Bandara Ferdinand Lumbantobing Lengang saat Libur Panjang

Bandara Ferdinand Lumbantobing Lengang saat Libur Panjang
Bandara FL Tobing, Pinangsori. (dok/dody)

Tapanuli Tengah | Pada masa libur panjang pekan kemarin, suasana di Bandara FL Tobing di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapteng, Sumatra Utara, malah terlihat lengang dari aktivitas penerbangan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) FL Tobing, Kapten Iwan Kurniawan dalam keterangan resmi disampaikan Kaur TU, Bill Akbar mengungkapkan, libur panjang tersebut bahkan sama sekali tidak terpengaruh terhadap bandara ini.

Bill Akbar menyebut, jumlah penumpang di bandara tersebut mengalami penurunan drastis selama Oktober 2020.

“Kita tak tahu apa permasalahannya, pihak maskapai sudah membuat promosi, tapi jumlah penumpang memang sedang turun,” terang Bill Akbar kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

Dia mengungkapkan, sejak masa pandemi Covid-19, jumlah penumpang di Bandara FL Tobing mengalami penurunan sangat tajam hingga 51%, dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Meski demikian, jumlah penumpang sempat mencatatkan kenaikan pada bulan Juni hingga Juli 2020 yang lalu,” katanya.

Bill Akbar menjelaskan, Bandara FL Tobing melayani maskapai Garuda Indonesia, Wings Air dan Susi Air.

“Garuda terbang setiap hari, tetapi pada Kamis khusus carter. Kemudian setiap hari Sabtu, baru sebulan ini kosong akibat kekurangan pesawat Bombardier Canadair Regional Jet (CRJ),” ujar dia.

Menurut pihak Garuda, armada pesawat jenis Bombardier CRJ sangat terbatas dan lebih banyak digunakan untuk melayani penerbangan di daerah lain.

Sementara itu, maskapai Wings Air juga sering cancel akibat jumlah penumpang yang cenderung berkurang.

Wings yang harusnya terbang hari ini pun terpaksa dicancel. Jadwalnya pun menjadi tidak pasti. Berdasarkan slot time, seharusnya setiap hari.

“Tetapi fenomena sekarang, meski kita booking hari ini belum tentu besok kita bisa terbang, karena sering cancel,” kata dia.

Berbeda dengan pesawat perintis Susi Air, ada maupun tidak ada penumpangnya, mereka tetap jalan. Karena biaya operasionalnya disubsidi.

“Susi Air tetap beroperasi melayani Sibolga-Nias, dan Sibolga-Pulau Telo, meski tak ada penumpang. Karena pertimbangan biaya swab PCR yang lebih mahal ketimbang ongkos,” Bill Akbar menambahkan.

Editor: Juniwan