Dibantu BI, Taput Bakal Jadi Penghasil Keju Mozarella Berbahan Susu Kerbau

Dibantu BI, Taput Bakal Jadi Penghasil Keju Mozarella Berbahan Susu Kerbau
Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo, Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali, dan Anggota DPR RI, Sihar Sitorus menyerahkan bantuan kepada Koperasi Guna Satwa Mandiri, di Siborongborong, Taput. (dody)

Sibolga | Kabupaten Tapanuli Utara bakal menjadi salah satu sentra penghasil keju mozarella berbahan susu kerbau. Sekarang telah berdiri rumah produksi pengolahan susu Morrah Farm yang dikelola Koperasi Guna Satwa Mandiri di Desa Bahal Batu 1, Kecamatan Siborongborong.

Bank Indonesia telah mengalokasikan bantuan lewat Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada Koperasi Guna Satwa Mandiri, yakni pembangunan kandang komunal tempat pemeliharaan kerbau sebagai sumber bahan baku utama susu dan juga rumah produksi.

Bantuan rumah produksi dan kandang ternak komunal tersebut diserahkan Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo, bersama Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali, dan Anggota DPR RI dari Komisi XI, Sihar Sitorus kepada Koperasi Guna Satwa Mandiri, di Desa Bahal Batu 1, Kecamatan Siborongborong, Minggu sore (14/3/2021).

Soekowardojo menjelaskan, penyerahan bantuan PSBI berupa rumah produksi dan kandang komunal kepada Koperasi Guna Satwa Mandir Taput, merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dari hasil analisa, identifikasi dan verifikasi serta evaluasi yang ketat dikoordinir oleh BI Sibolga, Koperasi Guna Satwa Mandiri merupakan salah satu kelompok yang memenuhi syarat mendapatkan program PSBI.

Selain memiliki kelengkapan persyaratan, Koperasi Guna Satwa Mandiri dinilai memiliki potensi dan keinginan untuk maju.

“Jadi, untuk mendapatkan program PSBI ini tidak sederhana sebenarnya, harus melalui identifikasi, verifikadi, analisa, dan evaluasi sesuai persyaratan BI. Mengingat sumber dana PSBI terbatas, sehingga harus dibuat skala prioritas, mana UMKM yang berpeluang mendapatkannya,” kata Soekowardojo.

Hal ini berlaku sama di seluruh Indonesia. Sebagaimana BI Sibolga yang membawahi 16 kabupaten/kota di Sumut, terpaksa harus melakukan skala prioritas karena keterbatasan dana PSBI yang dimilikinya.

“Kepada daerah lain yang belum mendapatkan PSBI jangan pesimistis. BI bukanlah satu-satunya lembaga yang memberikan bantuan, lembaga lainnya juga bisa melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Ia berharap, Koperasi Guna Satwa Mandiri Taput dapat memanfaatkan bantuan BI dengan baik untuk kemajuan dan kemandirian usaha ke depannya.

Anggota DPR RI dari Komisi XI, Sihar Sitorus juga berharap Koperasi Guna Satwa Mandiri dapat mewujudkan harapannya menjadi penghasil keju mozarella berbahan baku susu kerbau pertama di Indonesia.

“Saudara-saudara boleh bangga, karena mendapatkan bantuan dari BI, tentu ini sebuah prestasi. Oleh karena itu saya berharap supaya itu dijaga, produksi yang dihasilkan berkualitas dan sehat, serta mampu mewujudkan cita-citanya menjadi produsen keju mozarella pertama di Indonesia,” katanya.

Sekretaris Koperasi Guna Satwa Mandiri, Sondang Magdalena Pane menyampaikan terima kasih atas bantuan rumah produksi dan kandang komunal dari BI tersebut.

Selama ini, mereka hanya mampu memerah susu 80-90 liter setiap hari. Tapi pengolahannya masih dalam bentuk fresh milk, karena belum memiliki peralatan untuk mengelola susu menjadi keju mozarella.

“Kami berharap, BI tidak berkesudahan untuk mendukung dan membantu kami, supaya pengolahan susu menjadi keju mozarella dapat terwujud,” kata Sondang.

editor: juniwan