FOTOTNI

FOTO: Korem 023/KS Peringati Hari Ibu 2018

Danrem 023/KS Kolonel Inf Mohammad Fadjar MPICT menjadi Irup pada upacara peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018, di lapangan upacara Makorem 023/KS, Jalan Datuk Itam Nomor 1 Kota Sibolga, Sabtu 22 Desember 2018.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam sambutannya dibacakan Danrem 023/KS menyampaikan Hari lbu lahir dari pergerakan bangsa Indonesia.

Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaan.

Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan 22 Desember 1928, di Yogyakarta yang mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia.

Hakekat Peringatan Hari lbu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari lbu sebagai sebuah momen kebangkitan bangsa.

Penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Dandim 0205/TK Bagi Bingkisan ke Petugas Pos Pam Tahun Baru

Sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional bukan hari libur.

Diharapkan PHI membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan.

Juga memberikan keyakinan apabila perempuan diberi peluang dan kesempatan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

“Saat ini terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan benegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change),” ujarnya.

PHI juga diharapkan mendorong semua stakeholder untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif, dan lainnya.

Hadir, Kasrem, para Danden, Kasi, Kabalak, Perwira, Prajurit, ASN Korem 023/KS, juga Ketua Persit KCK Korem 023/KS dan pengurus.

 

(penrem023)

Tags
Back to top button
Close