Minta Jamil Belajar Lagi, Syukri: Bukan Ninna tu Ninna, Ini Buktinya!

Minta Jamil Belajar Lagi, Syukri: Bukan Ninna tu Ninna, Ini Buktinya!
Ketua DPRD Sibolga, Ahmad Syukri Nazry Penarik. (dody)

Sibolga | Ketua DPRD Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menanggapi balik pernyataan Wakil Ketua DPRD, Jamil Zeb Tumori yang menyebut tudingan terhadap wali kota tidak berdasar dan tanpa bukti.

Syukri meminta Jamil untuk belajar lagi terkait peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. DPRD adalah lembaga yang wajib menyikapi, apabila ada informasi dan aspirasi masyarakat.

“Apalagi DPRD sebagai fungsi kontrol, wajib mengingatkan instansi dan lembaga terkait. Jamil mengatakan kami ninna tu ninna. Kami memiliki bukti, yakni sebuah rekaman video,” beber Syukri kepada wartawan di Sibolga, Rabu malam (2/12/2020).

Ironis, dugaan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk mendukung paslon tertentu, ternyata diungkap sendiri oleh Jamil saat kampanye beberapa waktu lalu.

“Dalam rekaman video itu, Jamil selaku Ketua Tim Pemenangan Bahdin-Edi mengatakan, telah bertemu wali kota dan menyampaikan akan mendukung pasangan Abadi beserta unsur pemerintahan,” ungkap Syukri.

Ketua Tim Pemenangan Jamal-Pantas itu menegaskan, video pernyataan Jamil tersebut menjadi bukti baru atas informasi yang disampaikan masyarakat kepada pihaknya.

“Bukti video ini menguatkan dugaan sebagaimana informasi yang disampaikan ke kita. Bahwa wali kota disebut-sebut melakukan intervensi kepada jajarannya untuk mendukung paslon nomor urut 2,” ujar Syukri.

“Kami tak peduli, Syarfi Hutauruk dan Delmeria mendukung siapa, tetapi jangan menggunakan jabatannya untuk mengintervensi masyarakat, menekan masyarakat untuk memenangkan paslon nomor 2,” imbuhnya.

Sebelumnya, Jamil meminta lembaga dewan yang terhormat jangan bikin kegaduhan menjelang perhelatan Pilkada Sibolga yang digelar serentak, 9 Desember 2020.

Hal ini menyikapi ekspos Ketua DPRD, Akhmad Syukri Nazry Penarik bersama sejumlah anggota DPRD di gedung dewan, Selasa kemarin (1/12/2020).

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Ketua DPRD Sibolga menyampaikan bahwa wali kota diduga melakukan intervensi dan pengarahan camat, lurah hingga kepling untuk memilih paslon tertentu.

“Perlu diingat, wali kota adalah orang yang membawahi pemerintahan, kalau dia melakukan kerja pemerintahan, jangan pula dituding mengarahkan aparatur negara,” terang Jamil dalam konferensi pers, Rabu siang.

Menurut politikus Golkar itu, bahwa pernyataan pimpinan dan anggota DPRD tersebut tendensius, tidak berdasar fakta dan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“DPRD adalah lembaga yang dipercayakan rakyat untuk melakukan kerja penting di pemerintahan, tentunya sebagai Tim Pemenangan Bahdin-Edi, kami merasa disudutkan,” ujarnya.

Seharusnya, anggota DPRD melakukan tugas pengawasan disertai bukti autentik. Lakukan dengar pendapat, kemudian meninjau ke lapangan, jangan pula menjadi lembaga tendensius.

“Tentu kita berharap, DPRD bekerja dengan baik, berdasarkan bukti dan tidak membuat kegaduhan dalam Pilkada Sibolga,” Jamil menambahkan.

Buktinya, sampai saat ini DPRD Sibolga belum ada melakukan rapat dengar pendapat, bagaimana suksesnya penyelenggara Pilkada Sibolga.

Kemudian, belum ada juga penugasan anggota DPRD kepada dinas dan instansi dalam mengawasi duduk persoalan yang ditudingkan.

Jamil pun balas menuding, mereka malah mendengar kabar sebaliknya, ada yang mengumpulkan lurah di suatu tempat dan mengintervensi para kepling.

“Para kepling ada yang menyampaikan kepada kita. Bahkan, informasi lain menyebut, masa jabatan wali kota sebentar lagi, jadi tak usah didengarkan kali,” ungkap Jamil.

Editor: Juniwan