Pria Ini Jual Ponsel Murah Meriah Demi Bayar Kontrak Rumah

Pria Ini Jual Ponsel Murah Meriah Demi Bayar Kontrak Rumah
Paparan tersangka kasus pencurian di Polres Sibolga. (istimewa)

Sibolga | Seorang laki-laki berinisial IL (30) ditangkap polisi di rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sabtu (6/3/2021) yang lalu.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, laki-laki IL ditangkap setelah polisi menerima laporan seorang ibu rumah tangga bernama Linda Sari Fitri (33).

Warga Jalan Putri Runduk, Kelurahan Pasar Belakang, Sibolga itu mengaku kehilangan 3 ponsel pintarnya sekaligus, pada Jumat (2/10/2020) silam.

“Ketiga ponselnya itu, Samsung Galaxy A11, Oppo A5S, dan Vivo. Akibatnya, Linda mengalami kerugian Rp4 juta,” terang Sormin, Senin (22/3/2021).

Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim, AKP D Harahap langsung memerintahkan unit opsnal melakukan lidik dan olah TKP, hingga berhasil menangkap tersangka pelakunya.

Kepada polisi, tersangka IL mengakui perbuatannya. Ketiga ponsel tersebut telah dijual kepada orang lain dengan harga yang terbilang murah meriah.

“Ponsel Oppo A5S dijual seharga Rp500.000, kemudian Samsung Galaxy A11 Rp600.000 dan ponsel Vivo seharga Rp60.000,” kata Sormin.

Tersangka IL juga mengakui, sebagian duit hasil penjualan ketiga ponsel tersebut telah digunakan untuk menambah biaya kontrak rumahnya, sebagian lainnya digunakan untuk biaya kebutuhan sehari-hari.

Rupanya, tersangka IL tidak sendirian melakukan aksi pencurian di rumah Linda Sari Fitri (korban). Ada tersangka lain, yakni seorang temannya yang sudah tertangkap lebih dulu gegara kasus narkoba.

“Kedua tersangka masuk ke dalam rumah korban lewat pintu belakang dengan cara membuka paksa pintu tersebut menggunakan kayu,” kata Sormin.

Setelahnya, ketiga ponsel itu dijual dan duitnya dibagi. Tersangka IL mengaku mendapat jatah Rp400.000 dari hasil penjualan ponsel tersebut.

Tersangka IL kini mendekam di tahanan Polres Sibolga, diduga telah melakukan tindak pidana pencurian pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 Ayat (2) dari KUHPidana.

“Ancaman hukumannya, di atas 5 tahun penjara,” Sormin menambahkan.

Editor: Juniwan