PT Tiam Tidak Pernah Salurkan CSR, Ini Pernyataan 2 Kades Mela

PT Tiam Tidak Pernah Salurkan CSR, Ini Pernyataan 2 Kades Mela
Armada pengangkutan es balok milik PT Tiam melintas menuju pabrik es di Desa Mela. (Juniwan)

Tapanuli Tengah | Keberadaan PT Tiam, perusahaan pengelola pabrik es di Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kembali jadi sorotan lantaran diduga tidak pernah memberikan dana bantuan melalui program kepedulian lingkungan atau corporate social responsibility (CSR).

Kepala Desa Mela I, Riswan Tulus Silaban mengatakan, sejak perusahaan (PT Tiam) itu berdiri dan beroperasi selama lebih kurang 20 tahun, masyarakat tidak pernah menerima bantuan CSR dari PT Tiam.

“Kita ketahui bersama, bahwa perusahaan itu menggunakan atau memanfaatkan sumber daya alam (SDA) air dari Desa Mela, tetapi tidak pernah ada bantuan CSR dari perusahaan untuk masyarakat,” kata Riswan kepada wartawan, Senin (5/4/2021).

Menurut Riswan, hampir 8 tahun menjadi Kepala Desa Mela 1, dia tidak pernah mengetahui ada bantuan CSR dari PT Tiam untuk warganya.

“Kami selaku aparat desa sudah pernah menanyakan ke pihak perusahaan, tapi tidak ada respon. Apakah ada atau tidak CSR-nya, kita kurang ngerti juga,” ucap Riswan.

Dia tak menampik, bahwa para pekerja di perusahaan itu umumnya warga Desa Mela, tetapi manfaat untuk warga desa yang lain tidak ada.

“Kita tidak mengerti, apakah harus bikin proposal atau bagaimana. Dulu pernah kita coba undang pimpinan PT Tiam tapi tidak datang. Cuma perwakilannya yang datang yaitu humas, dan itu pun orang kampung sini juga,” katanya.

Dia berharap, pihak perusahaan (PT Tiam) agar menaruh perhatiannya kepada warga Desa Mela agar keberadaannya berdampak positif dan bisa dirasakan masyarakat sekitar.

“Tolong diperhatikan untuk pembangunan di Desa Mela Satu dan Mela Dua, apakah bantuan komputer maupun untuk sekolah yang ada di kedua desa ini,” Riswan menambahkan.

Kepala Desa Mela II, Jhonny Simanjuntak juga mengakui hingga saat ini PT Tiam belum pernah meyalurkan dana CSR untuk desanya.

Sejak dilantik sebagai kepala desa pada 2018 yang lalu, ia sudah berulang kali mengundang pihak perusahaan untuk rapat ataupun secara personal membicarakan soal kontribusi perusahaan.

“Sampai sekarang (CSR) itu memang belum pernah disalurkan. Desa ini bukan tidak pernah mempertanyakannya, sudah berulang kali, tapi belum ada tanggapan,” kata Jhonny.

Sementara itu, PT Tiam sepertinya memilih bungkam terkait program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Hal ini dibuktikan saat wartawan melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan.

Manager PT Tiam, O Sitinjak ketika dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu di lokasi pabrik es tidak dapat menjelaskan. Sang manajer diam dan tak berkata apa-apa.

editor: juniwan