Tapteng Pernah Jadi Pusat Perdagangan Jalur Rempah Kuno

Tapteng Pernah Jadi Pusat Perdagangan Jalur Rempah Kuno
Tugu Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara di Barus. (istimewa)

Tapanuli Tengah | Sejarah telah mencatat bahwa Kota Tua Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah pernah memiliki pelabuhan dan menjadi salah satu jalur perdagangan rempah kuno di Nusantara.

Kota tua yang terletak di Pantai Barat Pulau Sumatra, kala itu terkenal dengan berbagai hasil bumi, rempah-rempah, dan juga kapur barus.

Kadis Pariwisata Tapteng, Rahmad Saleh Jambak menjelaskan, keberadaan situs dan cagar budaya seperti Makam Mahligai dan Makam Papan Tinggi, di Barus dan sekitarnya telah menjadi bukti sejarah.

“Bahkan, Presiden Jokowi telah menandatangani prasasti Tugu Titik Nol KM Masuknya Peradaban Islam di Nusantara di Barus,” katanya ketika mengikuti koordinasi muhibah budaya dan festival jalur rempah secara virtual, Selasa (13/4/2021).

Gelaran ini digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerja sama dengan TNI AL sebagai pelaksana program dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara.

Kadis Budpar Sumut, Ria Novida Telaumbanua mengatakan, acara ini diharapkan menjadi tempat pertemuan pelaku budaya lintas daerah, wahana diplomasi, serta kampanye mengangkat kembali sejarah peradaban Nusantara, dan kearifan lokal di setiap daerah jalur rempah.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh-Sumut, Nurmatias menjadi salah satu narasumber pada kegiatan tersebut.

Dalam paparannya, Nurmatias menjelaskan tentang kegiatan Pilar Jalur Rempah Karavan Budaya Belawan yang akan berlangsung pada 20-23 September 2021.

Kegiatan ini terdiri atas beberapa even, yaitu penyambutan Muhibah Kebudayaan di Pelabuhan Belawan dan pameran sehari, kunjungan cagar budaya, serta seminar dan festival.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Tapteng, Tiramin Tamba mengatakan, Balai Arkeologi Sumut telah melakukan penelitian dan menemukan berbagai jenis rempah di Situs Bongal Desa Jagojago, Kecamatan Badiri, Tapteng.

Situs Bongal ini dinilai menyimpan berbagai tinggalan arkeologi dan sejarah yang sangat berharga, termasuk hubungan Nusantara dengan dunia internasional dalam jalur rempah kuno.

Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani bahkan telah memerintahkan instansi terkait untuk menjaga kawasan situs Bongal dan berbagai temuan artefak dari pengrusakan dan pencurian oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Berbagai situs sejarah dan cagar budaya yang ditemukan di Tapteng menunjukkan, bahwa Tapteng memiliki peran strategis dalam pelabuhan dan pusat perdagangan jalur rempah kuno Nusantara, sehingga layak menjadi salah satu persinggahan Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah,” kata dia.

Editor: Juniwan