Terjaring Razia Satpol PP Tapteng, 1 Wanita Reaktif HIV

Terjaring Razia Satpol PP Tapteng, 1 Wanita Reaktif HIV
Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan. (istimewa)

Tapanuli Tengah | Satpol PP Tapteng menertibkan 4 wanita rawan sosial (WRS) dalam operasi (razia) tempat usaha berkedok prostitusi dari kafe milik MP di Kecamatan Pinangsori, Selasa (30/3/2021).

Kasatpol PP Tapteng, Jontriman Sitinjak, melalui Kabid Satpol PP, Panuturi Simatupang menjelaskan, keempat WRS itu diamankan dini hari lalu. Salah seorang di antaranya dinyatakan reaktif HIV berdasarkan hasil tes.

Dijelaskan, razia rutin yang dilakukan pihaknya menindaklanjuti instruksi Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Sesuai tugas dan fungsi kami sebagai penegak Perda, kami rutin merazia warung remang-remang dan warung tuak yang menyediakan atau mempekerjakan wanita rawan sosial,” kata Panuturi, Kamis (8/4/2021).

Panuturi menampik tudingan bahwa Satpol PP Tapteng ikut menertibkan dan memasukkan anak salah seorang WRS itu ke sel rumah singgah Dinas Sosial Tapteng.

“Ada postingan di media sosial soal itu. Kami nyatakan bahwa itu tidak benar. Itu adalah fitnah yang sengaja dituduhkan kepada kami,” terang dia.

Menurut Panuturi, ibu dari anak itu tertangkap tangan sedang berada di cafe sebagai pelayan atau pekerja.

Kemudian ada pihak yang diduga sebagai keluarganya mengantarkan anak itu di dinas sosial untuk bertemu dengan ibunya. Setelahnya, si anak dipertemukan dengan ibunya.

Kadis Kesehatan Tapteng, Nursyam mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan rapid antigen dan HIV terhadap keempat WRS tersebut.

“Hasilnya, keempat WRS itu non reaktif (negatif) Covid-19. Namun, ada 1 orang yang dinyatakan reaktif HIV dan kini dilakukan pendampingan oleh Puskesmas Pinangsori,” katanya.

Plt Kadis Sosial, Boy Rahman Hasibuan menjelaskan, seorang WRS reaktif HIV itu telah dikembalikan kepada keluarganya untuk dilakukan pengobatan medis.

“Sedangkan tiga orang lainnya saat ini masih berada di rumah singgah dan akan dikirim ke Parawasa Berastagi,” ujarnya.

Editor: Juniwan